You are here: Home > Uncategorized > SEJARAH ROYAL JELLY

SEJARAH ROYAL JELLY

Sejarah Royal Jelly

 

Sejarah Royal Jelly 1

Royal jelly adalah kombinasi madu dan pollen yang bercampur dengan enzim yang berasal dari kelenjar khusus dari tenggorokan dan rahang lebah. Royal Jelly adalah makanan larva dan ratu lebah. Royal Jelly memiliki fungsi yang sangat penting dalam membentuk seekor ratu lebah.

Lebah pekerja hanya mengkonsumsi Royal Jelly pada 3 hari pertama kehidupanya (saat dalam bentuk larva). Sedangkan ratu lebah mengkonsumsi Royal Jelly sepanjang hidupnya. Perbedaan konsumsi Royal Jelly  inilah  yang menjadikan ratu lebah berbeda dengan lebah pekerja. Ratu lebah berumur 5 tahun, ukuran tubuhnya lebih be

sar dan menjadi penghasil telur dalam jumlah ribuan per harinya. Sedangkan lebah pekerja umurnya hanya +/- 45 hari dan menjadi lebah “tanpa jenis kelamin” karena steril.

Pada tahun 1600-an, seorang sarjana Belanda bernama Swammerdam melakukan penelitian terhadap sarang lebah di bawah kaca pembesar dan menemukan bahwa pemimpin dalam sarang lebah adalah seekor lebah yang berukuran paling besar dan memakan zat yang bebeda. Tahun 1740, seorang peneliti Perancis membuktikan bahwa ada makanan khusus untuk lebah ratu yang berbeda dengan lebah lainnya. Tahun 1788, seorang ahli hewan Swiss Francois Humber menemukan bahwa zat te

rsebut adala Royal Jelly, yaitu zat yang “menentukan” seekor lebah menjadi ratu.

Orang Mesir kuno menggunakan Royal Jelly untuk mempertahankan elastisitas kulit hingga tetap bersinar dan awet muda. Selain itu, royal jelly digunakan untuk meremajakan kulit, meningkatkan daya tahan tubuh dan vitalitas.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Leave a Reply